Postingan

Kursi Untuk Penerbangan Perusahaan Blue Origin Ke Antariksa Berhasil Dilelang Dengan Harga Rp 398 Miliar

Jakarta -  Perusahaan penerbangan luar angkasa Blue Origin yang dimiliki mantan CEO Amazon Jeff Bezos telah mendapati pemenang lelang untuk ikut terbang ke antariksa. Lelang itu mencapai nilai US$ 28 juta atau setara dengan Rp 398 miliar pada gelaran lelang secara digital itu. Blue Origin mengumumkan kemenangan lelang melalui akun Twitter resmi. Lelang itu diketahui dibuka pada nilai US$ 4,9 juta atau sekitar RP 69 miliar dengan lebih dari 20 penawar berpartisipasi. Mengutip ABC News by means of The Hall, Senin (14/6), sekitar 7.600 orang dari 159 negara telah mendaftar untuk menawar kursi penerbangan luar angkasa itu. Blue Beginning mengatakan uang hasil lelang kursi penerbangan antariksanya tersebut akan disumbangkan ke organisasi nirlaba, Club for The Future. Nama Pemenang Akan Diumumkan Langkah itu disebut-sebut untuk menginspirasi generasi masa depan utuk mengejar karir di bidang STEM (Scientific research, Modern Technology, Engineering, Mathematic) dan membantu menciptakan ke...

Bos Xiaomi Indonesia Marah Karena Iklan Infinix, Ancam Lapor Ke Kementerian

Jakarta -  Bos Xiaomi Indonesia, Alvin Tse, kedapatan marah di media sosial usai Infinix publishing iklan HP baru mereka. Country Supervisor Xaomi Indonesia itu menganggap, Infinix telah melakukan perbandingan spesifikasi yang keliru dengan HP Redmi 9T. Masalah ini bermula ketika Infinix Indonesia publishing iklan Infinix Hot 10S di akun resmi Instagram perusahaan, Rabu (2/6). Dalam unggahan tersebut, Infinix membandingkan Hot 10S dengan sebuah HP yang disebut "Katanya Jawara" dengan latar belakang tulisan 9T. Istilah "Jawara" sendiri kerap dipakai Xiaomi sebagai branding HP Redmi mereka. Meski tak secara langsung menyebut HP yang dibandingkan adalah Redmi, postingan Infinix itu dikecam Alvin Tse karena tak mencantumkan spesifikasi yang sesuai dengan Redmi 9T. " Saya enggak biasanya mengomentari secara langsung (posting-a brand) lain namun ini sangat buruk dan keliru!" tulis Alvin Tse lewat akun Instagram pribadinya, setelah seorang pengguna meminta tangga...

Beberapa Hal yang Harus Dilakukan Usai Mendapat Vaksinasi

Jakarta -  Pemberian vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu hal yang diupayakan agar pandemi ini cepat berakhir. Pemberian vaksinasi ini dilakukan secara bertahap dan bergiliran. Walaupun pada saat ini pemberian vaksinasi COVID-19 masih sebatas pada tenaga kesehatan, namun tak ada salahnya untuk mulai bersiap-siap. Hal ini termasuk menyiapkan mengenai hal apa yang harus kita lakukan usai mendapat vaksinasi. Usai mendapat vaksinasi, tentu kamu bisa sedikit bernapas lega dari ketakutan terinfeksi. Walau begitu, kamu juga tak bisa sembarangan dalam melakukan aktivitas seperti sebelum masa pandemi lalu. Hal apa saja yang perlu dilakukan dan diperhatikan? Dilansir dari Livestrong, berikut sejumlah hal yang perlu kamu lakukan usai mendapat vaksinasi. Pastikan Kapan Vaksinasi Dosis Kedua Vaksin COVID-19 yang beredar pada saat ini rata-rata membutuhkan dua dosis suntikan. Vaksin yang berbeda memiliki rentang waktu yang juga berbeda antara suntikan pertama dan kedua. Oleh karena itu, pasti...

Lonjakan Kasus Covid-19 Baru Pada Klaster Perkantoran, Waspadalah !

Jakarta -  Di tengah penerapan PPKM skala mikro, kehidupan di ibu kota berangsur normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Salah satu sektor yang sudah mulai memasuki typical baru adalah perkantoran. Namun, Pemprov DKI menemukan fakta mengejutkan. Kasus corona di klaster perkantoran Jakarta mengalami peningkatan signifikan nyaris 3 kali lipat dari angka sebelumnya. Kenaikan ini dinilai berbahaya karena bisa menyebar hingga ke klaster keluarga. Ketua Komisi E DPRD DKI Iman Satria mendesak Dinkes DKI kembali melakukan 3T (examination, tracing, therapy). Hal tersebut sebagai upaya menurunkan kasus COVID-19 di klaster perkantoran, serta mencegah masifnya penyebaran infection corona. "Saya minta Dinkes tolong lakukan 3T. Digalakkan lagi examination, mapping, therapy. Jangan mengendur lagi. Saya lihat Dinkes sudah mulai mengendur lagi dengan 3T-nya nih," kata Iman, Senin (26/4). Iman juga menegaskan harus ada tindakan tegas terhadap kantor yang membandel. Ia bahkan memi...

Fenomena Pohon Berusia Ratusan Tahun Tumbuh Menjulang dari dalam Goa

  Sebuah pohon menjulang tinggi di dalam Goa Rancang Kencana di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Pohon itu usianya ratusan tahun. Tim arkeolog dari Universitas Gajah Mada (UGM) pada 2003 pernah melakukan penelitian terhadap pohon tersebut. Hasil penelitiannya, pohon tersebut diperkirakan berusia sekitar 300 tahun. Pohon besar di dalam goa itu bernama Klempit atau Tlumpi. Pohon Klempit berbuah tiap musim penghujan. Menurut warga sekitar, Mashudi, buah pohon bisa dimakan. "Bentuk buahnya seperti juwet atau melinjo. Buahnya rasanya enak," kata Mashudi kepada tim dari merdeka.com dan Portrait of Indonesia, beberapa waktu lalu. Goa itu juga sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Mashudi tidak tahu persis kapan goa itu terbentuk. Fenomena keberadaan pohon di dalam goa langsung menyebar luas di tengah masyarakat. Hampir tiap hari ada orang yang datang ke goa tersebut hanya sekadar melihat dan berfoto di bawah pohon. Letak pohon di dalam...