Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Sejarah Asal Mula Manusia Merkok, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Mengisap rokok sudah jadi kebiasaan. Meskipun dianggap buruk untuk kesehatan, merokok bahkan masih jadi keseharian banyak orang. Dilansir laman Tobacco Atlas, dalam sejarahnya , merokok pertama kali dilakukan di Amerika Selatan pada 4.000 tahun sebelum masehi. Ketika itu, merokok atau mengunyah tembakau merupakan bagian dari ritual perdukunan. Beberapa abad kemudian tembakau diperkenalkan di daratan Eropa pasca-Cristopher Colombus menemukan tumbuhan tembakau. Bangsa Eropa kemudian membawa tembakau itu berbagai tempat dengan menggunakan kapal laut. Para pelaut lantas meniru kebiasaan suku Aborigin yang menggunakan tembakau untuk merokok dengan cara dipadatkan ke dalam pipa atau cerutu. Tembakau yang terkenal dengan aromanya yang wangi, ternyata tidak hanya bisa dinikmati dengan cara diisap, namun juga dengan cara dihirup. Cara kedua ini dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan asap rokok. Menghirup tembakau diyakini dapat menyembuhkan pilek dan men

Ternyata Pendidikan Kepelautan di Indonesia Sudah Ada Sejak Tahun 400 Masehi

Jakarta - Indonesia memang dikenal sebagai bangsa maritim dengan pelaut tradisional yang tangguh. Namun siapa sangka, sejarah pendidikan kepelautan di Indonesia sudah dimulai sejak Tahun 400 Masehi, di masa pemerintahan Kerajaan Kutai, di Kalimantan. Hal itu, dibeberkan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, dalam sambutannya pada Perayaan Satu Abad Revitalisasi Pendidikan Kepelautan Indonesia bertema 'Bergerak Harmonikan Indonesia Menyongsong Indonesia Emas 2045', di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (24/11/2021). "Hari ini kita merayakan Satu Abad Revitalisasi Pendidikan Kepelautan di Indonesia, khususnya di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Perkembangan pendidikan kelautan di Indonesia telah dimulai sejak Kerjaaan Kutai di Tahun 400 Masehi, yang diperkirakan sudah berlangsung di tepi Sungai Mahakam di Kalimantan, yang merupakan tempat singgah perdagangan internasional,"kata Budi Karya. Menhub menuturkan, pendidikan kepelautan di Indonesia

Peristiwa 19 November 1977, Kunjungan Presiden Mesir Anwar Sadat ke Israel

Jakarta - Pada 19 November 1977, Presiden Mesir Anwar Sadat melakukan kunjungan bersejarah ke Israel. Kunjungan itu menjadikan Sadat sebagai pemimpin Arab pertama yang mengunjungi Israel. Di sana, ia bertemu dengan Perdana Menteri Israel Menachem Begin dan berbicara di depan parlemen Israel, Knesset. Dilansir Britannica, mereka membicarakan rencana damai antara Mesir dan Israel. Kunjungan tersebut juga menjadi cikal bakal perjanjian damai Camp David antara Mesir dan Israel pada tahun 1978. Atas perannya, Sadat dan Menachem Begin meraih Nobel Perdamaian pada tahun 1978. Atas perannya, Sadat dan Menachem Begin meraih Nobel Perdamaian pada tahun 1978. Sadat merupakan presiden ketiga Mesir, menggantikan posisi Gamal Abdel Nasser yang meninggal di tahun 1970. Ketika menjabat sebagai presiden, Sadat menghadapi situasi kacau akibat kekalahan negara Arab dari Israel dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967. Selain mengalami kerugian materi, perang 1967 membuat negara Arab meng

Mengetahui Kisah Perawan Vestal, Yang Menjaga Perapian Suci Negara Romawi Kuno

Jakarta - Perawan Vestal, kelompok wanita yang bertugas menjaga api suci di zaman Romawi kuno. Bagaimana sejarah tentang mereka? Perawan Vestal (Vestal Virgins) adalah pendeta wanita untuk Vesta, dewi perapian dalam agama negara Romawi kuno. Ada 6 pendeta wanita yang dipekerjakan sebagai Perawan Vestal. Melansir Britannica, 6 Perawan Vestal mewakili putri-putri keluarga bangsawan kerajaan yang menjalankan kultus Vesta. Kultus Vesta diyakini berasal dari abad ke-7 SM, seperti kultus non-Kristen lainnya, itu dilarang di masa pemerintahan Theodosius I pada 394 M. Melansir Globe History, Mereka adalah satu-satunya pendeta penuh waktu (collegia) yang membuktikan penghormatan tinggi di mana dewi Vesta itu dijunjung. Perawan Vestal merawat api suci di kuil Vesta dan melakukan ritual lain yang terkait dengan dewi, seperti merawat benda-benda suci di kuil dan tempat suci dalam, menyiapkan makanan ritual dan memimpin acara-acara publik selama Vestalia tahunan, hari raya Vesta (7-15

Mengetahui Kisah Kebun Binatang Manusia Atau Human Zoo di Paris, Perancis

Jakarta - Pada Desember 2011, sebuah pameran di Paris, Perancis, memamerkan sejarah apa yang disebut kebun binatang manusia atau human zoo. Kebun binatang ini menampilkan penduduk dari negeri asing, sebagian besar dari negara-negara Afrika, sebagai semacam "barang". Dilansir BBC, lebih dari empat abad sejak pelayaran pertama, masyarakat Eropa mengembangkan selera untuk memamerkan "spesimen" manusia eksotis. Mereka dikirim kembali ke Paris, London atau Berlin untuk "hiburan" orang banyak. Apa yang dimulai sebagai rasa ingin tahu yang terbelalak di pihak pengamat berubah menjadi mengerikan pada pertengahan 1800-an, ketika para peneliti mencari bukti fisik untuk teori ras mereka. Akhirnya, pada masa kolonial, ratusan ribu orang mengunjungi "kebun binatang manusia" yang dibuat sebagai bagian dari pameran dagang internasional yang besar. Di sini mereka dapat menyaksikan seluruh desa Kanak atau Senegal, dengan penduduk asli yang dibayar u

Kisah Kekecewaan Brigadir Mallaby Terhadap Atasannya

Jakarta - Di balik ketegasan sikapnya kepada para pejuang Indonesia di Surabaya, Brigadier Mallaby ternyata menyimpan rasa malu dan kecewa kepada atasannya. Usai bertemu dengan perwakilan para pejuang Indonesia di Surabaya pimpinan Jenderal Mayor Moestopo, Brigadier A.W.S. Mallaby sempat merasa gembira. Dalam surat yang ditujukan kepada istrinya Mollie (Margaret Catherine Jones), Komandan Brigade Infanteri ke-49 British Indian Military (BIA) itu menyebut bahwa kesepakatan tersebut telah membuat dirinya bisa mencegah pertumpahan darah. "Keamananan dan ketertiban di Surabaya mulai bisa aku kendalikan ..."ujar Mallaby seperti dikutip Des Alwi dalam Pertempuran Surabaya November 1945. Namun baru saja berlangsung beberapa jam, kesepakatan itu harus hancur lebur. Pada 27 Oktober 1945, sebuah pesawat dakota melayang-layang di atas Surabaya. Dari pesawat milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) itu disebar ribuan pamflet yang langsung ditandatangani oleh Mayor Jen